Membasmi Nyamuk Dengan Ovitrap dan Jumantik Cilik

Kranggan, Ambarawa, Semarang. Program unggulan KKN Tim I UNDIP 2015 adalah pembuatan Ovitrap dan Jumantik Cilik (Juru Pemantau Jentik). Pembuatan ovitrap pada Kuliah Kerja Nyata dilakukan oleh Magdalena Mutiara Sari R pada tanggal 21 Januari 2015 di perkumpulan ibu-ibu PKK  RT I RW VII Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sedangkan sosialisasi dan praktek untuk Jumantik Cilik telah dilakukan oleh Indah Putri Nila S pada tanggal 21 Januari 2015 ke anak kelas 6 SDN 01 Kranggan, Ambarawa dan sudah terlaksana dengan baik disertai antusias anak-anak SD untuk menjadi Jumantik Cilik. Mereka berdua berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP (Universitas Diponegoro) angkatan 2011.

Pembuatan Ovitrap

      asd5    Ovitrap adalah langkah pembasmian nyamuk dengan cara lebih aman untuk lingkungan tanpa memakai bahan kimia berbahaya untuk kesehatan. Ovitrap yaitu alat yang dipakai untuk memutuskan siklus hidup nyamuk sebelum pupa nyamuk berubah jadi nyamuk.

          Salah satu usaha untuk memutus siklus perkembangan nyamuk itu dapat dengan memakai ovitrap, atau perangkap telur serta larva nyamuk, terutama untuk Aedes aegypti. Ovitrap sudah umum dipakai serta di produksi secara massal di Singapura dan Malaysia. Disana, ovitrap di kenal dengan nama Mosquito Larvae Trapping Device (MLTD). Ovitrap berarti perangkap telur (ovum = telur, trap = perangkap) terbukti menekan perkembangan nyamuk sampai 50%.

         Ovitrap mudah dibuat, murah, serta efisien. Oleh karena itu program KKN Magda adalah mengajarkan ilmunya untuk ibu-ibu PKK di Lingkungan Kelurahan Kranggan, Ambarawa, Semarang. Ovitrap terbuat dari cup gelas yang dicat hitam lalu dimasukan kain kasa dengan ukuran secukupnya setelah itu taruh kasa pada mulut cup gelas dengan bagian tengah menggantung di dalam. Isi dengan air rendaman jerami dan ragi atau air gula untuk perkembangan bakteri sebagai pakan jentik nyamuk. Ovitrap dicat hitam serta diletakkan di dalam ruangan gelap, lembab atau dipojokan bagian rumah-rumah agar disenangi nyamuk. Alat sederhana ini harus bisa memancing nyamuk agar bertelur diatas permukaan air tersebut dan akan tenggela kedalam cup gelas, kemudian 1 minggu kemudian telur akan berubah menjadi jentik. Nyamuk dewasa akan bertelur di permukaan atas ovitrap. Lalu, telur akan masuk ke dalam air di penampung. Larva dan pupa masih tetap bisa hidup di ovitrap itu, tetapi saat berkembang jadi dewasa. Lalu buang air yang berisi jentik pada permukaan atau tanah yang panas dan datar.

Jumantik Cilik Untuk Membasmi Nyamuk

          Salaasd6h satu strategi untuk menginternalisasi gaya hidup bersih serta sehat yaitu dengan membiasakan hidup sehat sejak masih kanak – kanak. Selain itu, Indah mau membuat jiwa kepedulian pada lingkungan serta masyarakat mulai sejak dini dimulai sejak Sekolah Dasar. Maka dari itu, perlu melatih kader cilik peduli lingkungan seperti pelatihan Juru Pemantau Jentik Cilik atau disingkat Jumantik Cilik. Para Jumantik Cilik anak kelas 6 SD Kranggan dilatih serta didorong untuk mensosialisasikan beragam cara untuk mencegah penyakit DBD (Demam Berdarah). Baik pada teman-teman dan orangtua, dalam membuat dampak semakin besar dan bisa membuat suatu lingkungan sekolahasd8 bebas demam berdarah.

         Anak-anak SD yaitu komunitas yang paling mudah terkena demam berdarah. Dilibatkannya mereka dalam program ini karena efektivitas proses pergantian tingkah laku untuk melawan penyakit ini makin tinggi bila diberikan pada anak mulai sejak dini. Mereka dapat juga mengemukakan lagi info ini ke orang tua, keluarga, dan teman-temannya. Melalui sosialisasi serta praktek Jumantik Cilik ini, anak-anak SD tidak akan lagi jadi korban potensial demam berdarah, tetapi ikut menjadi agen perubahan untuk meningkatkan kesadaran dan sikap peduli masyarakat dalam mencegah demam berdarah.

Add Comment